January 30, 2015

Sistem dan Cara Mengajar Dosen TOU

Berikut cerita mengenai pandangan Saya terhadap sistem dan cara mengajar yang diterapkan oleh dosen mata kuliah Teori Organisasi Umum 1 saya saat ini:

Pada semester kali ini, saya diajarkan oleh Bapak Mario Zefanya, S.E. dalam mata kuliah Teori Organisasi Umum 1. Mata kuliah ini termasuk mata kuliah softskill yang cenderung pada kegiatan portofolio mahasiswa. Kegiatan softskill ini memanfaatkan studentsite dan blog dalam penilaiannya. Biasanya portofolio yang diberikan adalah suatu diskusi, atau artikel, atau materi yang sudah ditetapkan oleh dosennya, karena softskill ini lebih dikatagorikan kepada kehidupan sosial, komunikasi, bahasa, kreativitas, dll.


Dalam kegiatan softskill ini, dosen saya yang selalu memberikan motivasi ini, pernah menjelaskan bahwa kita harus terbiasa dalam salah satu kemampuan berbahasa, baik dalam presentasi maupun tulisan, karena itu dalam kegiatan softskill ini dibutuhkan kemauan belajar, motivasi, inisiatif dalam mengembangkan kemampuan kita sendiri. Itu adalah salah satu hal yang dapat saya ambil karena saya sendiri belum terlalu percaya diri salam kemampuan berbahasa saya. Selain itu, dosen saya yang suka memberikan tips untuk percaya diri ini, juga memperbolehkan mahasiswanya menunjukkan bakat masing-masing untuk penambahan nilai, yang menunjukkan bahwa kita harus berani berbicara di depan umum walaupun tidak semua bakat bisa ditunjukkan secara langsung.

January 29, 2015

20 Hal untuk UG

Setidaknya sudah satu setengah tahun Saya berkuliah di Universitas Gunadarma. Berikut 20 hal apa saja yang menurut Saya seharusnya ditambahkan, dirubah, ataupun dihilangkan dari universitas ini:

1. Menambahkan fasilitas kantin.
2. Menghilangkan papan tulis kapur.
3. Menghilangkan OHP.
4. Merubah AC yang rusak menjadi AC yang baru.
5. Menambahkan lift di setiap gedung bertingkat.
6. Menambahkan layar untuk Projector di setiap kelas.
7. Menambahkan Projector di setiap kelas.
8. Menambah fasilitas olahraga, seperti lapangan bulutangkis, Fitness Centre, kolam renang.
9. Menambah fasilitas seni, seperti ruang musik dan band, ruang tari, dll.
10. Menambah fasilitas seperti penjualan alat tulis, fotocopy, print, dll.
11. Menambahkan papan tulis spidol yang lebih besar dan panjang.
12. Menambah cermin di setiap kamar mandi.
13. Merubah fasilitas klinik menjadi pusat pelayanan kesehatan yang dapat digunakan setiap saat.
14. Menambah loker di setiap kelas.
15. Merubah perpustakaan menjadi lebih luas, berkualitas dan nyaman.
16. Merubah Internet Lounge yang sebelumnya tidak beroperasi menjadi dibuka kembali agar berguna untuk mahasiswa.
17. Menghilangkan Ujian Utama.
18. Merubah segala komputer di segala laboratorium dengan komputer yang lebih moderen.
19. Menambah ruang untuk parkir motor.

20. Menambah ruang untuk parkir mobil.

December 24, 2014

Cara Mempengaruhi Orang Lain Untuk Membuat Sebuah Keputusan

Setiap orang memiliki berbagai cara tersendiri dalam mempengaruhi orang lain. Cek saja di google, dari yang bersifat lembut sampai keras pun ada. Dari yang bersifat membujuk sampai memaksa juga ada.

Tapi misalnya, jika saya dipilih untuk mempengaruhi teman saya dalam memilih sebuah baju di suatu pusat perbelanjaan, hal pertama yang harus saya lakukan adalah percaya diri. Mengapa? Bagaimana dengan sikap kita yang suka ikut-ikutan? Buang semua jauh-jauh sikap tersebut. Coba pikir kembali. Jika kamu tidak percaya dengan dirimu sendiri, bagaimana bisa orang lain percaya denganmu?

Jika sudah melakukan langkah pertama, lalu langkah selanjutnya adalah selalu pergunakan kata-kata yang logis. Karena kata-kata yang bagus, sopan dan positif adalah hal yang dapat membuat temanmu selalu mendengar kata-kata yang keluar dari mulutmu.

Lalu rekomendasikan tempat yang menurutmu bagus kepada temanmu. Dan jangan lupa untuk mencari tahu apa kesukaan dari temanmu. Misalnya temanmu menyukai warna hijau, maka pilihkan baju warna hijau. Karena dengan tahu apa yang temanmu suka, temanmu akan merasa senang diperhatikan dan mulai menaruh kepercayaan kepadamu.

Jika sudah berhasil memilihkan baju yang temanmu suka dan temanmu akhirnya membeli baju tersebut, berarti kau sudah berhasil membujuknya. Dan jika suatu hari nanti temanmu ingin ditemani belanja baju lagi, lihat apakah temanmu itu ingin kembali ke tempat rekomendasimu itu atau tidak. Jika iya, selamat anda berhasil mempengaruhi teman anda.


Sebenarnya sederhana saja, kan? Kamu hanya perlu percaya diri saja, itu kuncinya. 

December 17, 2014

Hal-Hal yang Menimbulkan Konflik Organisasional

Konflik organisasional adalah perdebatan antara dua anggota atau lebih bahkan kelompok yang bertikai karena perbedaan status, tujuan, nilai dan persepsi antara yang satu dengan yang lainnya.

Penyebab terjadinya konflik dalam organisasi, yaitu :

1.      Perbedaan individu
Setiap individu memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda dengan individu lainnya. perbedaan ini dapat menjadi faktor penyebab dari sebuah konflik, sebab setiap individu tidak selalu sepemikiran atau sejalan dengan individu lainnya dalam sebuah kelompok atau organisasi 

2.      Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda pula
Setiap Individu memiliki latar belakang yang berbeda, dimana dipengaruhi oleh suku, agama dan ras. Perbedaan ini juga dapat memancing konflik yang akan timbul dengan individu lainnya karena perbedaan latar belakang tersebut.

3.      Perbedaan kepentingan individu atau kelompok
Setiap manusia memiliki perasaan, pendirian maupun latar belakang yang berbeda. Dengan demikian setiap individu memiliki kepentingan yang berbeda beda. Perbedaan kepentingan ini dapat memicu konflik antar individu dengan individu, individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok. Konflik akibat perbedaan kepentingan ini dapat pula menyangkut bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya.

4.      Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat
Perubahan merupakan sesuatu yang biasa terjadi, tetapi jika perubahan itu berlangsung tiba-tiba atau mendadak, dapat memicu terjadinya konflik. Perubahan yang terjadi dengan cara tiba tiba atau mendadak akan membuat kegoncangan proses yang terjadi dalam suatu kelompok atau organisasi, bahkan dapat mengacaukan jalannya tatanan kegiatan organisasi.

5.      Perbedaan pola interaksi yang satu dengan yang lainnya
Komunikasi serta interaksi yang buruk, dalam arti komunikasi atau interaksi yang menimbulkan kesalahpahaman antara pihak-pihak yang terlibat, dapat menjadi sumber konflik.


=============================================================================


Berdasarkan kutipan dari referensi di atas, hal-hal yang menimbulkan konflik organisasional antara lain perbedaan individu, perbedaan kebudayaan sehingga membentuk pribadi yang berbeda pula, perbedaan kepentingan individu atau kelompok, perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat, dan perbedaan pola interaksi yang satu dengan yang lainnya. Walaupun ekspresi pertikaian antara individu dengan individu lain, kelompok dengan kelompok lain disebabkan karena beberapa alasan, tapi tetap menunjukkan adanya perbedaan antara dua atau lebih individu yang diekspresikan, diingat, dan dialami. Konflik organisasional tidak selalu berdampak buruk, tapi memberikan pelajaran dan hikmah di balik adanya perseteruan pihak yang terkait. Pelajaran itu dapat berupa bagaimana cara menghindari konflik yang sama supaya tidak terulang kembali di masa yang akan datang dan bagaimana cara mengatasi konflik yang sama apabila sewaktu-waktu terjadi kembali.

Konflik Organisasional dan Jenis-Jenis Konflik Organisasional

A.    Konflik Organisasional
Konflik berasal dari kata kerja Latin, configere, artinya saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
Konflik Organisasional menurut beberapa ahli:
1.      Robbin
Robbin (1996: 431) mengatakan konflik dalam organisasi disebut sebagai The Conflict Paradox, yaitu pandangan bahwa di sisi konflik dianggap dapat meningkatkan kinerja kelompok, tetapi di sisi lain kebanyakan kelompok dan organisasi berusaha untuk meminimalisasikan konflik. Pandangan ini dibagi menjadi tiga bagian, antara lain:
a.       Pandangan tradisional (The Traditional View): Pandangan ini menyatakan bahwa konflik itu suatu hasil disfungsional akibat komunikasi yang buruk, kurang kepercayaan, keterbukaan di antara orang-orang, dan kegagalaan manajer untuk tanggap terhadap kebutuhan dan aspirasi karyawan.
b.      Pandangan hubungan manusia (The Human Relation View): Pandangan ini menyatakan bahwa konflik dianggap sebagai sesuatu yang tidak dapat dihindari karena di dalam kelompok atau organisasi pasti terjadi perbedaan pandangan atau pendapat antar anggota.
c.       Pandangan interaksionis (The Interactionist View): Pandangan ini cenderung mendorong suatu kelompok atau organisasi terjadinya konflik, karena konflik perlu dipertahankan pada tingkat minimum secara berkelanjutan sehingga tiap anggota di dalam kelompok tersebut tetap semangat, kritis-diri, dan kreatif.

2.      Stoner dan Freeman
Stoner dan Freeman (1989:392) membagi pandangan menjadi dua bagian, yaitu:
a.       Pandangan tradisional (Old view): Pandangan tradisional menganggap bahwa konflik dapat dihindari. Hal ini disebabkan konflik dapat mengacaukan organisasi dan mencegah pencapaian tujuan yang optimal.
b.      Pandangan modern (Current View): Konflik tidak dapat dihindari. Konflik dapat mengurangi kinerja organisasi dalam berbagai tingkatan. Jika terjadi konflik, manajer sebagai pihak manajemen bertugas mengelola konflik sehingga tercipta kinerja yang optimal untuk mencapai tujuan bersama.


B.     Jenis-Jenis Konflik Organisasional

Ada lima jenis konflik dalam kehidupan organisasi, yaitu:
1.      Konflik dalam diri individu
Konflik dalam diri individu terjadi bila seorang individu menghadapi ketidakpastian akan keinginannya yang tidak dapat dipenuhi sekaligus dengan kemampuannya sendiri.

2.      Konflik antar individu dengan individu
Konflik antar individu dengan individu ini sering disebabkan oleh perbedaan perbedaan kepribadian. Konflik ini biasanya terjadi karena perbedaan status serta tingkat jabatan.

3.      Konflik antar individu dengan kelompok
Konflik antar individu dengan kelompok berhubungan dengan cara individu menanggapi tekanan yang diberikan oleh kelompok kerja lainnya.

4.      Konflik antar kelompok dengan kelompok 
Konflik antar kelompok dengan kelompok ini sering disebabkan karena terjadi pertentangan kepentingan antar kelompok dalam menjalankan kegiatan keorganisasian.

5.      Konflik antar organisasi
Konflik antar organisasi biasa disebut dengan persaingan antar organisasi yang timbul sebagai akibat bentuk persaingan ekonomi dalam sistem perekonomian suatu negara. Konflik ini telah mengarahkan timbulnya pengembangan produk baru, teknologi, harga-harga lebih rendah, dan penggunaan sumber daya yang lebih efisien.

Referensi dari
http://id.wikipedia.org/wiki/Konflik dengan beberapa perubahan

=======================================================================
s
Berdasarkan kutipan dari referensi di atas, konflik organisasional terjadi mayoritas dari kesalahan komunikasi, perbedaan pendapat, antara dua orang atau lebih. Tapi konflik juga sangat berpengaruh terhadap pihak yang mendukung atau tidak. Jika sudah terjadi konflik, maka konflik tersebut harus dijadikan sebagai hal motivasi untuk melakukan suatu perubahan.

November 23, 2014

Hal-Hal Penting dalam Membangun Sebuah Organisasi

1.      Mengenali orang yang akan diajak berorganisasi dan lingkungan organisasi
Suatu organisasi tidak dapat disebut organisasi apabila di dalamnya terdiri dari satu individu saja. Mengenali orang di sekitar kita penting, bagaimana kepribadiannya, apakah dia suka tantangan serta hal-hal yang baru. Selanjutnya, apakah orang tersebut suka bekerja sama dalam kelompok. Setiap orang memiliki pribadi yang berbeda-beda, ada yang suka bekerja sendiri, ada pula yang suka bekerja dalam satu tim. Orang yang suka bekerja sama dalam satu tim dapat dimasukkan dalam daftar.

2.      Membuat nama organisasi
Nama menjadi hal yang sangat penting dalam sebuah organisasi. Memberikan nama pada sebuah organisasi gampang-susah, harus disesuaikan dengan tujuan organisasi.

3.      Menyusun kegiatan
Dalam hal ini, kegiatan apa saja yang akan dilakukan selama organisasi ini berjalan atau akan menjadi organisasi yang monoton. Penyusunan kegiatan dapat dikerjakan melalui rapat. Kegiatan jangan berbelit-belit, sesuai dengan arah dan tujuan organisasi.

4.      Membagi pekerjaan
Masing-masing anggota inti dalam organisasi memiliki pekerjaan berbeda-beda. Pekerjaan berbeda ini, selanjutnya digabung menjadi kesepahaman. Ketua dan sekretaris memiliki pekerjaan yang berbeda, kemudian menjadi gabungan yang saling terkait. Ketua dan sekretaris bekerjasama dalam pencatatan hasil rapat.

5.      Melaksanakan kegiatan
Ketika semua yang dibutuhkan telah terpenuhi, saatnya melaksanakan kegiatan. Misalnya, pertemuan pertama diadakan.

6.      Memiliki hubungan yang luas dengan pihak tertentu
Hubungan dengan pihak tertentu sangat penting demi kelancaran organisasi, pihak lain akan sangat membantu. Organisasi bekerjasama dengan pihak lain memiliki keuntungan yang sama. Misalnya, organisasi program studi teknik informatika mengadakan pameran hasil karya mahasiwa teknik informatika dan mendapat sponsor dari microsoft indonesia. Pameran berjalan dengan baik, sekaligus nama microsoft semakin baik karena membantu mahasiswa dalam berinovasi, orang akan menghargai microsoft.

7.      Mencari dana untuk kegiatan
Dana memberikan dampak besar terhadap organisasi. Dana yang tidak cukup membuat organisasi berjalan mundur. Organisasi seperti mahasiswa fakultas bisnis bisa memperoleh dana dengan melakukan kegiatan tertentu seperti menjual makanan di kampus atau memberikan proposal pada fakultas.


=============================================================================


Berdasarkan referensi di atas, ada kalanya kita memerhatikan hal-hal penting yang dibutuhkan untuk membentuk sebuah organisasi. Hal-hal tersebut bertujuan agar kita dalam berorganisasi mampu menjalankan tanggung jawab dan tujuan masing-masing tercapai. Juga dalam menghadapi kendala-kendala dapat teratasi dengan bijak.

Perbedaan Organisasi Niaga dan Organisasi Sosial

A.      Organisasi Niaga

Organisasi niaga adalah organisasi yang tujuan utamanya mencari keuntungan. Dilihat dari pengertiannya pun organisasi niaga dibentuk untuk menghasilkan suatu tujuan untuk mendapatkan sebuah keuntungan terutama dalam bidang niaga itu sendiri.

Macam-Macam Organisasi Niaga:
1.       Perseroan Terbatas (PT): perusahaan yang modal dan sahamnya terdiri dari saham milik pribadi dan sebagian dari pihak lain atau asing
2.       Perseroan Komanditer (CV): persekutuan yang didirikan oleh seorang atau beberapa orang yang mempercayakan uang atau barang kepada seorang atau beberapa orang yang menjalankan perusahaan dan bertindak sebagai pemimpin
3.       Firma (FA): persekutuan untuk menjalankan usaha antara dua orang atau lebih dengan memakai nama bersama
4.       Koperasi: organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan
5.       Join Ventura: kerjasama dua pihak atau lebih dalam bidang bisnis untuk membentuk sebuah perusahaan baru. Dua pihak tersebut boleh pihak yang sama-sama dari dalam negeri maupun pihak dalam negeri dan luar negeri
6.       Trust: gabungan atau kerjasama dari beberapa perusahaan
7.       Kontel: persekutuan berbagai perusahaan yang sejenis yang memiliki perjanjian tertentu
8.       Holding Company: perusahaan yang sahamnya patungan yang biasanya mengawasi 1 atau lebih perusahaan. Kepemilikan sahamnya bisa sebagian atau keseluruhan.

B.      Organisasi Sosial

Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.

Pada dasarnya, pembentukan kelompok dan organisasi sosial dapat diawali dengan adanya persepsi, perasaan atau motivasi, dan tujuan yang sama dalam memenuhi kebutuhannya. 

Dalam proses selanjutnya didasarkan adanya hal-hal berikut:
1.       Organisasi Normatif: pihak elit menjalankan organisasi atau mengawasi anggota lebih dominan menggunakan kekuasaan normatif (persuasif). Bentuk partisipasi anggota adalah dengan komitmen moral.
2.       Organisasi Utilitarian: pihak elit mengawasi anggota dominan menggunakan kekuasaan utilitarian. Partisipasi anggota berdasarkan komitmen perhitungan yaitu pemikiran hubungan bisnis, sangat perhitungkan untung rugi.
3.       Organisasi Koersi: pihak elit menggunakan kekuasaan koersi dalam mengawasi anggotanya. Koersi adalah segala jenis paksaan, ancaman, dan intimidasi yang digunakan untuk mempengaruhi perilaku orang lain.


=============================================================================

Berdasarkan kutipan dari referensi di atas, perbedaan dari organisasi niaga dengan organisasi sosial adalah organisasi niaga sifat tujuan utamanya mencari keuntungan, sedangkan organisasi sosial dibangun untuk mencapai tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri. Organisasi niaga, seperti Perusahaan Terbatas (PT), tidak dapat didirikan sendiri, melainkan oleh kelompok. Sebuah PT tidak akan berhasil jika tidak ada kerjasama antar individu. Organisasi sosial dibuat untuk mengatur hubungan antarmanusia dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, organisasi sosial terdapat dalam setiap masyarakat baik masyarakat sederhana maupun masyarakat modern. Hal ini disebabkan setiap masyarakat menginginkan keteraturan hidup.